Kamis, 24 September 2015

Segarnya warna turqoise di Kawah Ijen




9 Maret 2015

Banyak yang bilang travelling itu seperti membaca buku, jika kita mengunjungi tempat yang sama atau membaca halaman yang sama, kita tidak akan tau halaman selanjutnya. Tapi saya menepis semua itu karena tidak bisa menolak ajakan teman untuk mengunjungi Kawah Ijen lagi. Padahal 2 minggu yang lalu saya sudah kesana bersama teman teman saya. Kali ini saya berangkat bersama 5 orang teman saya. Ferdie, Adibah, Hawari, Meme, dan Artani

Kawah ijen berada di puncak gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2368mdpl
di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso.

Kawah Ijen merupakan objek wisata yang telah dikenal luas oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alamnya dan warna kawahnya yang berwarna Turqoise / Hijau dengan kabut dan asap belerang yang sangat mempesona.. Jangan heran, jika berlibur kesana banyak dijumpai wisatawan asing yang sangat banyak.
Trekking menuju puncak Gunung Ijen

Kita berangkat dari Surabaya pukul 3 sore dan kita berharap sampai sana bisa pukul 12 malam. Tapi sayangnya kita sampai sana pukul 1 pagi. Memang kalau mau kesini alangkah baiknya memulai pendakian mulai pukul 13.00 .
Trekking menuju puncak Gunung Ijen


Perjalanan dari tempat parkir menuju puncak memakan waktu sekitar 2-3 jam sehingga kita bisa melihat fenomena Blue Fire / Api biru yang muncul di tengah-tengah penambangan sulphur, dan hanya bisa dilihat pada malam hari hingga menjelang dini hari. Untuk mendekat menuju Blue Fire kita harus menuruni jurang terjal hingga menapai bibir kawah. Dan itu buka termasuk hal yang mudah. Mengingat jalannya yang terjal dan berbahaya, ditambah lagi aap belerang dan minim cahaya pada malam hari yang sangat mengganggu perjalanan menuju ke bibir kawah.
Blue fire di bibir kawah
Sumber: http://andristour.com/
Kita harus bangga karena Fenomena Blue Fire hanya ada 3 di dunia loh, dan salah satunya di Indonesia yaitu di Kawah Ijen. Hebaaaat!

Karena fisik teman-teman yang belum seberapa kuat, Akhirnya kita sampai di puncak gunung ijen pukul 5 pagi. Kita memang tidak terlalu memaksa supaya tiba di puncak dengan cepat.Melihat trekking menuju Kawah Ijen lumayan menguras tenaga. Dengan jarak sekitar 3 km dan jalan yang menanjak terus membuat kita tertatih tatih dan memang harus beristirahat jika lelah. Keselamatan lah yang utama. Jika teman-teman saya kelelahan ya saya juga harus menunggunya untuk beristirahat. Apalagi inilah waktu pertama kali mereka naik gunung. Khususnya Adibah dan Meme. Sedih memang tidak bisa mengantar mereka melihat blue fire. Untung saja saya sudah pernah melihat blue fire waktu pertama kali kesini hehe

Menjelang pagi warna turqoise dari Kawah Ijen mulai terlihat. Pemandangan yang sangat indah untuk dilihat. Banyak sekali wisatawan asing yang rela jauh-jauh ke Indonesia hanya untuk melihat Kawah berwarna hijau tosca yang indah ini. Tidak mau membuang buang waktu, saya dan teman-teman langsung mengabadikan momen didalam jepretan lensa. Jika ingin hasil foto yang bagus, kita harus semakin mendekat ke bawah atau semakin mendekati bibir kawah, Jalanan yang terjal dan asap belerang yang mengganggu pernafasan menjadi halangan untuk mendapatkan foto bagus. Semua wisatawan sudah harus kembali ke atas lagi jika waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Karena asap belerang akan semakin ke atas jika semakin siang. Hal ini akan membuat kita sulit bernafas jika tidak segera pergi dan menuju kembali ke puncak.

Kawah Ijen yang idnah berwarna tosca di pagi hari
The boys
Ferdie, Hawari, Artani
The Girls
Saya, Adibah, Meme
Para penambang belerang yang hebat

Ada fenomena lain di kawah ijen yang membuat semua orang berharu biru setiap kali melihatnya. Ya, tentu saja para penambang belerang. Kalau saya pikir betapa hebatnya para penambang belerang ini demi bertahan hidup. Saya saja yang sehat tanpa beban malah ngos-ngosan naik ke Kawah Ijen setelah trekking 3 jam dari Paltuding tapi bapak-bapak penambang belerang dengan santainya mengangkat beban yang jauh lebih berat dari berat badannya. Betapa berisikonya melakukan pekerjaan mengangkut berat ini.



Bapak tersebut mengambil belerang lalu kemudian belerang tersebut dibentuk menjadi bentuk hewan yang lucu sepeti kura-kura, ikan dan lain lain. Kemudian mereka menjualnya ke wisatawan dengan harga 5 ribu rupiah. Belerang tersebut berfungsi sebagai sabun gatal-gatal. Dengan rasa iba saya dan Adibah membelinya. Semoga para penambang belerang ini dimudahkan dan dilancarkan rejekinya mengingat perjuangannya mencari nafkah sangat berat.


Setelah puas mengabadikan momen dan membeli oleh-oleh batu belerang. Akhirnya kami memutuskan untuk segera turun. Perjalanan turun tidak sesusah waktu naik, bahkan saya bisa lari waktu turun. Selain itu ketika turun mata kita dimajakan oleh hamparan gunung meranti dan gunung Raung yang bisa kita lihat. Semakin hilang rasa lelah ini.
That morning at 2368 mdpl with Mt. Meranti as the background.

Waktu naik yang ditempuh selama 3 jam bisa ditempuh hanya 1 jam waktu turun. Setelah sampai di pos kami segera makan. Warung Bu Ikah siap menyambut dengan Soto dan Indomienya yang sangat enak. Semuanya akan teraa enak jika kita menyantapnya waktu lapar hehehe. Selamat makan!

Rabu, 09 September 2015

Karimun Jawa, surga tersembunyi di Jawa Tengah

Waktu itu, 3 tahun yang lalu.
Berawal dari ajakan teman SMA untuk pergi ke Karimunjawa, aku dan 4 orang temanku dengan 3 perempuan dan 2 laki-laki menyanggupi untuk berangkat pada sekitar bulan Juli. Waktu itu Karimunjawa tidak se eksis sekarang, masih sedikit orang yang tahu.

Setelah banyak jasa travel yang menawarkan paket ke Karimun Jawa. Akhirnya kami memilih Indo Holiday sebagai partner kami. Indo Holiday termasuk salah satu yang terpercaya dan termurah. Waktu itu harga paket 4 days 3 night dengan fasilitas berangkat kapal cepat dan pulang kapal lambat hanya sekitar Rp 650.000 all in. Murah sekali kan hehe padahal sekarang paket ke Karimunjawa bisa mencapai Rp 800.000 - Rp 900.000 all in. Ya karena Karimunjawa sudah banyak dikenal orang, alhasil travel travel yang ada pasti menaikkan harga secara drastis.

Perjalanan kita awali dengan meeting point dengan salah satu pegawai travel yang bernama Mas Indra  yang sudah menunggu rombongan di terminal Bungurasih sekitar pukul 10 malam. Setelah bertemu dengan Mas Indra, kita langsung disuruh naik bus malam dengan fasilitas kelas exrcutive. Kita tidak perlu membayar bus lagi karena biaya 600 ribu sudah termasuk semuanya. 

Perjalanan Surabaya-Jepara sangat lama sekitar 6 jam perjalanan dan aku habiskan untuk tidur hehe. Finaly! sekitar shubuh aku dan teman-teman sudah sampai di Jepara. Dari terminal kita langsung naik Bentor alias Becak Montor untuk menuju pelabuhan dan waktu itu adalah my first time buat naik Bentor :))



Day 1 
Dan inilah waktu membosankan yang pernah aku alami. Dari jam 5 pagi kita harus menunggu kapal cepat yang datang pada pukul 10 pagi. 5 jam menunggu bukan waktu yang cepat lho ya :( ditambah lagi di pelabuhan tidak ada sinyal dan minimnya tempat berteduh huhu

Kapal cepat Indo Holiday datang dan hanya dengan 2 jam kita sudah sampai di Karimunjawa. Yeeeeeeeeeeeey! padahal dengan menggunakan kapal fery atau kapal lambat bisa mencapai 6 jam lho

Dari pelabuhan kita sudah dijemput Mas Andy yang mengantarkan kita dengan pickup menuju homestay. Di homestay pun kita disambut sangat ramah oleh Bu Mira. Kita bisa memilih untuk bermalam di resort resort tepi pantai tapi dengan harga paket min 1 juta rupiah. Mahal sekali kan wkwkwk.

Seelah membersihkan diri aku dan teman-teman tidak ingin membuang waktu begitu saja, yaaa kita langsung mengajak mas Andy buat jalan-jalan ke Hutan Mangrove. Hutan Mangrove di Karjaw berbeda sekali dengan yang ada di Surabaya. Disini sepi sekali pengunjung dan lingkungannya pun masih asri

Day 2
Jam 7 pagi kita sudah dijemput pickup dan siap diantar ke pelabuhan. Dari pelabuhan kita naik fast boat untuk mengunjungi Pulau Menjangan Besar. Dengan ombak yang tidak nyantai dan membuat perut bergejolak selama 2 jam akhirnya kita sampai di pulau menjangan besar. Alat snorkling pun disiapkan dari sana, bagi orang yang bisa berenang dan diving pasti sangat menyenangkan tapi tidak dengan ku yang berenang pun aku tidak bisa wkwk apalagi saat itu adalah kali pertamaku snorkling dan berenang di lautan. Meskipun hanya bisa melihat keindahan bawah laut dengan snorkling saja pesona bawah laut Karimun Jawa sungguh luar biasa, ikan-ikan yang warni warni, terumbu karang yang hidup sungguh menakjubkan. Setelah puas menghabiskan 1 jam lebih untuk snorkling rombongan dimanjakan dengan barbeque party yang sudah disiapkan oleh pihak travel. Makan rame rame bersama teman teman baru sangat menyenangkan. Berasa banget pulau milik pribadi hihi, bayangkan saja pulau seindah ini hanya dikunjungi kurang lebih 20an orang dari rombongan waktu itu. Setelah puas berfoto foto dan berjemur sampai kulit gosong kita beranjak dari pulau menjangan dan kembali ke homestay. Seharian ber snorkling di tengah laut dan bermain main di pantai sungguh menyenangkan memang tapi juga melelahkan.

Karimun Jawa di malam hari sangat sepi, penduduk asli sana jarang terlihat pada malam hari, hanya beberapa pedangan di pasar malam yang kita kunjungi. Sebenarnya ada tempat makan, club malam yang ramaitapi lokasinya sangat jauh dan harus naik motor untuk kesana, tapi saya dan teman teman memilih untuk menikmati jagung bakar di pasar malam

Day 3
Sama seperti hari sebelumnya, kali ini kita akan snorkling di pulau yang berbeda.Pulau pulau di Karimun Jawa memang tidak bisa di dustakan keindahannya. Pasir pantainya yang putih, bersih dan air lautnya yang biru  membuat semua wisatawan asing dan domestik betah di tempat ini.
Pulau Bengkoang dan Pulau Kembar menjadi tujuan wisata di hari ke 3. Selain itu kita juga mengunjungi penagkaran hiu dan naik banana boat seharga 50ribu yang bisa kita minta ke orangnya mau dijatuhin berapna kali:))
Pantai Tanjung Gelam menjadi destinasi untuk melihat sunset terbaik di Karimun Jawa

Day 4
Goodbye holiday! welcome tanned skin setelah 3 hari mengahbiskan waktu dengan air laut, pasir, karang sekarang saatnya kembali ke Surabaya dengan kulit gosong huhu. Panasnya Karimun Jawa diatmbah jahatnya air laut sukses membuat kulitku dan teman temanku gosong sampai terkelupas:(
pickup mas andy sudah menjemput kita untuk menuju pelabuhan. Berbeda dengan waktu berangkat, kali ini kita harus menaiki kapal fery dan merasakan ombak yang lumayan menggoda perut selama 6 jam.

Buat kalian yang mau ke Karimun Jawa jangan lupa paling penting memakai sunblock yang banyak ya, gausa bawa uang banyak-banyak karena selama biaya hidup kita sudah sepenuhnya ditanggung sama travel. Ditambah lagi di Karimun Jawa sepi sekali dan membuat kita bisa hemaaaaaat hihi