Jumat, 03 Februari 2017

Kecy is come back :p

Halooo, sudah hampir 1 tahun gak nulis di blog lagi. Berawal dari iseng-iseng tugas jurnalistik online di kampusku yang mengharuskan ku bercerita mengenai traveling di sebuah blog, dan akhirnya muncul lah blog ala kadarnya ini hehe. Karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain, aku mencoba menjadi bermanfaat buat siapa saja yang membaca blog ku ini hehe siapa tau informasi yang aku bagikan ternyata berguna buat orang lain kan? 😜😜

InsyaAllah diatas tulisan ini aku akan mulai sedikit bercerita tentang pengalaman travelingku selama ini ya. Semoga bermanfaat J

Sabtu, 19 Desember 2015

Greenbay Teluk Hijau menawan punya Banyuwangi

me and my bestfriend @deanindita
Bukan cuma Bali yang punya pantai yang mempesona. Jika kamu berkunjung Banyuwangi.
Tak ada salahnya mampir ke pantai ini dulu Teluk hijau. Atau yang lebih dikenal dengan nama greenbay.

Teluk ini mempunyai daya tarik tersendiri dengan pesona pasir putih nan lembut, air terjun setinggi 8 meter dan pemandangan karang yang indah.
Sesuai dengan namanya, teluk ini berwarna hijau jika dilihat dari jauh. Ini berbeda dengan kebanyakan teluk atau laut yang biasanya berwarna biru. Warna hijau tersebut karena di dasar perairan dangkalnya terdapat alga yang memantulkan warna hijau di permukaan perairannya.











Teluk Hijau terletak di Kabupaten Banyuwangi, bagian selatan Pesanggrahan, Desa Sarongan. Wilayahnya termasuk dalam Taman Nasional Meru Betiri. Inilah surga yang tersembunyi di Banyuwangi.


Pantai yang masih tersembunyi dan sepi ini memiliki hamparan pasir putih yang menawan. Pasirnya begitu halus, sehingga mudah melekat di kulit. Perpaduan antara pasir putih, air laut yang jernih berwarna kehijauan dan suasana yang asri akan membuat siapapun yang melihatnya merasa kagum.
Untuk mencapai Teluk Hijau memang membutuhkan perjuangan yang menantang


Melalui jalan setapak yang curam dan berbatu, pengunjung harus menuruni bukit dan menembus hutan dengan pepohonan yang besar-besar. Sebelum sampai ke Teluk Hijau kita akan ditemukan dengan Pantai Batu.
Dari pantai Batu, lokasi Teluk Hijau semakin dekat. Karena letaknya memang bersebelahan jaraknya tinggal 300 m lagi.



Pantai Batu. Jika sudah menemukan pantai ini, lokasi teluk hijau sudah sangat dekat

Perjuangan berjalan sekitar 2jam itu akan terbayar dengan keindahan Teluk Hijau yang memukau. Pasti akan betah dan ingin lama lama disana kalau sudah sampai di Teluk Hijau hehe Suasananya yang masih sepi membuat kita semakin nyaman menikmati nikmat Tuhan itu.
Untuk kembali menuju tempat parkir. Pengunjung bisa menaiki perahu dengan membayar 50rb rupiah. Tapi jika budget minim ya jalan saja juga asyik kok hehe
Gimana? tertarik ke Teluk Hijau?

Ini ada beberapa stock foto waktu saya dan teman - teman berlibur kesana hehe


Surga tersembunyi di Banyuwangi


Tebing di sisi lain Teluk Hijau






Pemecah Ombak di Pantai Glagah

Masih di Kabupaten Lulon Progo

Pantai Glagah Indah merupakan salah satu pantai yang menjadi unggulan wisata pantai di Jogja. Pantai ini terletak di Kabupaten Kulon Progo dan memiliki pemandangan yang sangat bagus dengan hamparan pasir besi yang menjadi andalannya.


Batu kaki empat di Pantai Glagah
Berada di desa Glagah, Kecamatan Temon, kabupaten Kulon Progo. Jarak dari Kota Yogyakarta kurang lebih 40 km ke arah barat, atau 15 km dari ibu kota kabupaten Kulon progo, Kota wates
Ada yang unik dari pantai ini. Disana kita akan dijumpai pemandangan batu batu besar yang berfungsi sebagai pemecah ombak.

Menikmati sunset di Pantai Glagah

Kebanyakan pengunjung yang datang berduyun-duyun bergegas berjalan menyusuri dermaga untuk melihat dahsyatnya hantaman ombak samudra yang diredam hamparan panjang break water.Kemudian berfoto mengabadikan kenangan di pantai Glagah dengan background ombak yang melambung tinggi...sungguh indah tak terlupakan

Rumah Pohon Kalibiru Kulon Progo yang Menarik Hati

Jangan hanya Malioboro, Keraton, dan Alun-Alun yang dikunjungi sewaktu berlibur ke Yogyakarta. Yuk sedikit menengok wisata yang berada di jauh Kota Jogja.
foto by @rifkygo
Kalibiru adalah salah satu wisata alam yang terdapat di daerah Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru berada di perbukitan menoreh Kulonprogo Yogyakarta pad ketinggian 450 meter diatas permukaan laut. Dari puncaknya pengunjung dapat melihat pemandangan perbukitan di bukit menoreh sekaligus dapat melihat Waduh Sermo dari atas bukit. 

Foto sewaktu naik flying fox by @ariefboeddii
Di kalibiru, pengunjung bisa menikmati fasilitas outbond atau hanya menikmati keindahan dan mengabadikan moment di spot foto yang sering digunakan pengunjung, yaitu di flying foxDikenakan biaya sekitar Rp 10.000 jika mau berfoto disana. Biaya tersebut untuk kemanan, seperti tali pengaman jika naik ke rumah pohon.

Aku sih menyarankan jika berkunjung jangan waktu musim libur, karena banyak sekali pengunjung yang kesana, sehingga harus antri ber jam-jam untuk berfoto diatas rumah pohon tersebut. Kalian ga suka antri kan??? hehe

Nah aku bagi tips nih, untuk menuju ke Wisata Kalibiru dari Kota Jogja cukup mudah. Dengan melalui Jalan Wates sampai Kota Wates, dari Kota Wates ikuti petunjuk jalan menuju Waduk Sermo. Ikuti jalan dipinggir waduk. Selanjutnya, akan ada papan petunjuk jalan kecil di kanan jalan. Papan petunjuk jalan tersebut selanjutnya membawa kamu melintasi jalanan menanjak, lalu akan sampai di gerbang Wisata Alam Kalibiru.

spot paling favorit di Kalibiru yaitu rumah pohon. Stunning photo by @dhiandra
Gampang kan? Yuk kesana! kalau udah disana jangan lupa foto-foto lalu tag ke #wisataalamkalibiru ya :)

Minggu, 06 Desember 2015

Primadona Sang Atap Jawa Gunung Semeru

Primadona sang Atap Jawa
Puncak Semeru dai Kalimati


Buat kalian para pemuda-pemudi yang hobi mendaki, pasti belum afdol kalau belum menguynjungi sang atap jawa yaitu Gunung Semeru. Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Untuk itu banyak yang menyebut Gunung Semeru sebagai Atap Jawa. Gunung Semeru merupakan Gunung primadona bagi para pencinta ketinggian, yang selalu ramai dengan wisatawan dari mancanegara maupun domestik, mungkin diantara kalian sudah pernah merasakan mencumbui Gunung Semeru ini, melihat sunrise dan lautan awan di Puncak Mahameru, menghirup bau belerang dari kawah Jonggring Saloko, menikmati dinginnya Danau Ranukumbolo, melihat mekarnya edelweis di Kalimati, menyegarkan mata dengan keindahan si ungu lavender di Oro-Oro Ombo serta tidak lupa pula dengan romantika tanjakan cintanya, bagian manakah yang kalian rindukan?

Untuk bisa mendaki Gunung Semeru dibutuhkan usaha yang tidak mudah. Dari Surabaya kita bisa memilih angkutan apa yang ingin kita naiki. Jika memilih naik bus kita bisa naik Bus dari Terminal Bungurasih atau Terminal Purabaya menuju Terminal Arjosari Malang. Harga tiket Bus untuk Patas kurang lebih  Rp 15.000 dan untuk kelas ekonomi kurang lebih Rp 10.000. Dari Terminal Arjosari langsung naik angkot jurusan Tumpang.
Dari Tumpang – Ranu Pani (estimasi waktu 2 - 3 jam)
Kalau menurut kita nih folks lebih asyik menggunakan Jeep atau Hartoop. Harga sewa Jeep Rp. 650.000 untuk satu kali jalan (Tumpang-Ranupane/ Ranupane -Tumpang) dan akan terus naik per tahunnya hehe apalagi sekarang banyak sekali yang mendaki Gunung Semeru semenjak film 5cm booming. Satu kali jalan Jeep maksimal bisa menampung 15 orang, jadi per orang kena biaya Rp. 45.000. Di depan Alfamart Tumpang sudah ada mas-mas yang stand by untuk mengurus Jeep. Pemandangan sepanjang perjalanan ke Ranu Pani sungguh indah, kontras sekali dengan kondisi jalan yang ada

Ranupani adalah pos pertama pendakian Gunung Semeru. Di ranupani juga para pendaki mengurus perijinan. Banyak yang bilang perijinan di Gunung Semeru sangat rumit tidak seperti gunung lainnya.

Berikut syarat-syarat pendakian Gunung Semeru :
Tiket masuk : Rp 10 ribu per orang
Biaya Tenda : Rp 20 ribu per tenda
Fotocopi KTP : 2 lembar
Fotocopi surat keterangan sehat : 2 lembar
Materai 6 ribu : 1 bh per kelompok

Lumayan rumit kan? Hehe

Ranukumbolo

Sunrise di Ranukumbolo
Untuk menuju Ranu Kumbolo terdapat 2 jalur pendakian. Pertama melalui Watu Rejeng dan kedua lewat Bukit Ayek-Ayek. Kedua jalur ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jalur Watu Rejeng relatif lebih mudah namun memakan waktu lebih lama, sedangkan Jalur Bukit Ayek-Ayek lebih sulit karena jalannya menanjak namun dengan waktu tempuh lebih singkat. Kita memilih jalur Watu Rejeng, karena jalur ini yang paling banyak dipilih oleh para pendaki.

Menuju Ranukumbolo membutuhkan waktu normal sekitar 5-7 jam. Perjalanan ke Ranukumbolo membutuhkan perjuangan yang tidak mudah, kita akan ditemukan oleh jalanan datar dan turun awalnya, namun ketika memasuki po 3 dan pos 4 perjalanan akan sedikit sulit karena jalan yang menanjak. Namun perjalanan menuju Ranukumbolo sangat mengasyikkan. Kita bisa melihat hamparan Gunung Semeru di perjalannya. Ranukumbolo dijadikan tempat beristirahat (camping) oleh para pendaki, tidak jarang juga mereka hanya ber camping ria di Ranukumbolo (tidak summit puncak)

Pemandangan di Ranukumbolo tidak bisa didustakan keindahannya, kita bisa melihat jernihnya air dan indahnya sunrise di Ranukumbolo, pemandangan Ranukumbolo memang sudah bagus dari sananya, foto-foto di Ranukumbolo tidak pernah failed.

Kalimati


Cemoro Kandang menuju Kalimati


Setelah menikmati keanggunan danau Ranukumbolo, kita melanjutkan perjalanan melewati Tanjakan Cinta yang sangat nanjak dan melelahkan, tapi semua itu akan terbayar dengan keindahan lavender ungu yang mekar di Oro-Oro Ombo. Pemandangannya sangat luar biasa indah, semua lelah seketika hilang ketika melewati jalur ini. Setelah melewati pos Cemoro Kandang, rute sedikit terjal dan menguras emosi akan menghadang kita menuju Kalimati. Dari Cemoro Kandang ke Kalimati inilah jalur yang akan kami lewati cukup melelahkan. Tanjakan demi tanjakan seakan menjadi teman setia selama perjalanan. Menuju Kalimati dari Ranukumbolo membutuhkan waktu sekitar 5jam. Kalimati adalah pos untuk mendirikan tenda yang kedua, banyak pendaki yang meninggalkan bawaan berat mereka seperti tas carrier di tenda.

Arcopodo menuju Mahameru

Summit ke puncak dimulai pada malam hari, kebanyakan pendaki mulai summit mereka pada pukul 10 malam. Ini adalah tantangan terberat, selain jalannya yang sangat terjal melewati hutan, kita juga harus melawan dinginnya suhu yang mencapa -3 derajat. Wow bisa membayangkan kan dinginnya seperti apa hehehe. Tapi sebelumnya kita harus berdoa pada yang kuasa ya folks agar diberi keselamatan dan kekuatan agar bisa sampai tujuan dan kembali dengan selamat. Berangkat dari Kalimati 2700 mdpl menuju Mahameru 3676 mdpl, berarti kami harus mendaki hampir 1 km vertikal, jadi malas membayangkannyaJ

Summit Attack menuju puncak Mahameru
Langkah demi langkah, perlahan tapi pasti, kaki kita akhirnya berada di batas vegetasi. Disinilah track sebenarnya akan dimulai. Memang benar, track pendakian ke puncak Semeru sungguh menguras tenaga. Track berupa pasir yang labil dan tidak padat sangat menyulitkan kaki untuk melangkah. Setiap kaki kita melangkah ke atas, akan turun/terperosok kembali ke bawah ditambah dinginnya udara di Mahameru menambah penderitaan. Finally, pada pukul 09.00 WIB, kita berhasil menginjakkan kaki di tanah tertinggi pulau Jawa, Mahameru 3676 mdpl. Aku langsung bersujud mengucap syukur pada Allah SWT atas nikmatnya yang diberikan padaku. Total 9 jam perjalanan yang harus aku lalui untuk menuju Puncak Mahameru dari pos Kalimati.



Setelah puas mengabadikan foto dan menikmati indahnya sanga Atap Jawa, kita turun menuju Kalimati. Perjalanan turun sangat mudah, dengan berlari kita bisa menempuh hanya dengan waktu 1 jam.

Gimana tertarik mengunjungi Gunung Semeru sang Atap Jawa?


Kamis, 24 September 2015

Segarnya warna turqoise di Kawah Ijen




9 Maret 2015

Banyak yang bilang travelling itu seperti membaca buku, jika kita mengunjungi tempat yang sama atau membaca halaman yang sama, kita tidak akan tau halaman selanjutnya. Tapi saya menepis semua itu karena tidak bisa menolak ajakan teman untuk mengunjungi Kawah Ijen lagi. Padahal 2 minggu yang lalu saya sudah kesana bersama teman teman saya. Kali ini saya berangkat bersama 5 orang teman saya. Ferdie, Adibah, Hawari, Meme, dan Artani

Kawah ijen berada di puncak gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2368mdpl
di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso.

Kawah Ijen merupakan objek wisata yang telah dikenal luas oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alamnya dan warna kawahnya yang berwarna Turqoise / Hijau dengan kabut dan asap belerang yang sangat mempesona.. Jangan heran, jika berlibur kesana banyak dijumpai wisatawan asing yang sangat banyak.
Trekking menuju puncak Gunung Ijen

Kita berangkat dari Surabaya pukul 3 sore dan kita berharap sampai sana bisa pukul 12 malam. Tapi sayangnya kita sampai sana pukul 1 pagi. Memang kalau mau kesini alangkah baiknya memulai pendakian mulai pukul 13.00 .
Trekking menuju puncak Gunung Ijen


Perjalanan dari tempat parkir menuju puncak memakan waktu sekitar 2-3 jam sehingga kita bisa melihat fenomena Blue Fire / Api biru yang muncul di tengah-tengah penambangan sulphur, dan hanya bisa dilihat pada malam hari hingga menjelang dini hari. Untuk mendekat menuju Blue Fire kita harus menuruni jurang terjal hingga menapai bibir kawah. Dan itu buka termasuk hal yang mudah. Mengingat jalannya yang terjal dan berbahaya, ditambah lagi aap belerang dan minim cahaya pada malam hari yang sangat mengganggu perjalanan menuju ke bibir kawah.
Blue fire di bibir kawah
Sumber: http://andristour.com/
Kita harus bangga karena Fenomena Blue Fire hanya ada 3 di dunia loh, dan salah satunya di Indonesia yaitu di Kawah Ijen. Hebaaaat!

Karena fisik teman-teman yang belum seberapa kuat, Akhirnya kita sampai di puncak gunung ijen pukul 5 pagi. Kita memang tidak terlalu memaksa supaya tiba di puncak dengan cepat.Melihat trekking menuju Kawah Ijen lumayan menguras tenaga. Dengan jarak sekitar 3 km dan jalan yang menanjak terus membuat kita tertatih tatih dan memang harus beristirahat jika lelah. Keselamatan lah yang utama. Jika teman-teman saya kelelahan ya saya juga harus menunggunya untuk beristirahat. Apalagi inilah waktu pertama kali mereka naik gunung. Khususnya Adibah dan Meme. Sedih memang tidak bisa mengantar mereka melihat blue fire. Untung saja saya sudah pernah melihat blue fire waktu pertama kali kesini hehe

Menjelang pagi warna turqoise dari Kawah Ijen mulai terlihat. Pemandangan yang sangat indah untuk dilihat. Banyak sekali wisatawan asing yang rela jauh-jauh ke Indonesia hanya untuk melihat Kawah berwarna hijau tosca yang indah ini. Tidak mau membuang buang waktu, saya dan teman-teman langsung mengabadikan momen didalam jepretan lensa. Jika ingin hasil foto yang bagus, kita harus semakin mendekat ke bawah atau semakin mendekati bibir kawah, Jalanan yang terjal dan asap belerang yang mengganggu pernafasan menjadi halangan untuk mendapatkan foto bagus. Semua wisatawan sudah harus kembali ke atas lagi jika waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Karena asap belerang akan semakin ke atas jika semakin siang. Hal ini akan membuat kita sulit bernafas jika tidak segera pergi dan menuju kembali ke puncak.

Kawah Ijen yang idnah berwarna tosca di pagi hari
The boys
Ferdie, Hawari, Artani
The Girls
Saya, Adibah, Meme
Para penambang belerang yang hebat

Ada fenomena lain di kawah ijen yang membuat semua orang berharu biru setiap kali melihatnya. Ya, tentu saja para penambang belerang. Kalau saya pikir betapa hebatnya para penambang belerang ini demi bertahan hidup. Saya saja yang sehat tanpa beban malah ngos-ngosan naik ke Kawah Ijen setelah trekking 3 jam dari Paltuding tapi bapak-bapak penambang belerang dengan santainya mengangkat beban yang jauh lebih berat dari berat badannya. Betapa berisikonya melakukan pekerjaan mengangkut berat ini.



Bapak tersebut mengambil belerang lalu kemudian belerang tersebut dibentuk menjadi bentuk hewan yang lucu sepeti kura-kura, ikan dan lain lain. Kemudian mereka menjualnya ke wisatawan dengan harga 5 ribu rupiah. Belerang tersebut berfungsi sebagai sabun gatal-gatal. Dengan rasa iba saya dan Adibah membelinya. Semoga para penambang belerang ini dimudahkan dan dilancarkan rejekinya mengingat perjuangannya mencari nafkah sangat berat.


Setelah puas mengabadikan momen dan membeli oleh-oleh batu belerang. Akhirnya kami memutuskan untuk segera turun. Perjalanan turun tidak sesusah waktu naik, bahkan saya bisa lari waktu turun. Selain itu ketika turun mata kita dimajakan oleh hamparan gunung meranti dan gunung Raung yang bisa kita lihat. Semakin hilang rasa lelah ini.
That morning at 2368 mdpl with Mt. Meranti as the background.

Waktu naik yang ditempuh selama 3 jam bisa ditempuh hanya 1 jam waktu turun. Setelah sampai di pos kami segera makan. Warung Bu Ikah siap menyambut dengan Soto dan Indomienya yang sangat enak. Semuanya akan teraa enak jika kita menyantapnya waktu lapar hehehe. Selamat makan!

Rabu, 09 September 2015

Karimun Jawa, surga tersembunyi di Jawa Tengah

Waktu itu, 3 tahun yang lalu.
Berawal dari ajakan teman SMA untuk pergi ke Karimunjawa, aku dan 4 orang temanku dengan 3 perempuan dan 2 laki-laki menyanggupi untuk berangkat pada sekitar bulan Juli. Waktu itu Karimunjawa tidak se eksis sekarang, masih sedikit orang yang tahu.

Setelah banyak jasa travel yang menawarkan paket ke Karimun Jawa. Akhirnya kami memilih Indo Holiday sebagai partner kami. Indo Holiday termasuk salah satu yang terpercaya dan termurah. Waktu itu harga paket 4 days 3 night dengan fasilitas berangkat kapal cepat dan pulang kapal lambat hanya sekitar Rp 650.000 all in. Murah sekali kan hehe padahal sekarang paket ke Karimunjawa bisa mencapai Rp 800.000 - Rp 900.000 all in. Ya karena Karimunjawa sudah banyak dikenal orang, alhasil travel travel yang ada pasti menaikkan harga secara drastis.

Perjalanan kita awali dengan meeting point dengan salah satu pegawai travel yang bernama Mas Indra  yang sudah menunggu rombongan di terminal Bungurasih sekitar pukul 10 malam. Setelah bertemu dengan Mas Indra, kita langsung disuruh naik bus malam dengan fasilitas kelas exrcutive. Kita tidak perlu membayar bus lagi karena biaya 600 ribu sudah termasuk semuanya. 

Perjalanan Surabaya-Jepara sangat lama sekitar 6 jam perjalanan dan aku habiskan untuk tidur hehe. Finaly! sekitar shubuh aku dan teman-teman sudah sampai di Jepara. Dari terminal kita langsung naik Bentor alias Becak Montor untuk menuju pelabuhan dan waktu itu adalah my first time buat naik Bentor :))



Day 1 
Dan inilah waktu membosankan yang pernah aku alami. Dari jam 5 pagi kita harus menunggu kapal cepat yang datang pada pukul 10 pagi. 5 jam menunggu bukan waktu yang cepat lho ya :( ditambah lagi di pelabuhan tidak ada sinyal dan minimnya tempat berteduh huhu

Kapal cepat Indo Holiday datang dan hanya dengan 2 jam kita sudah sampai di Karimunjawa. Yeeeeeeeeeeeey! padahal dengan menggunakan kapal fery atau kapal lambat bisa mencapai 6 jam lho

Dari pelabuhan kita sudah dijemput Mas Andy yang mengantarkan kita dengan pickup menuju homestay. Di homestay pun kita disambut sangat ramah oleh Bu Mira. Kita bisa memilih untuk bermalam di resort resort tepi pantai tapi dengan harga paket min 1 juta rupiah. Mahal sekali kan wkwkwk.

Seelah membersihkan diri aku dan teman-teman tidak ingin membuang waktu begitu saja, yaaa kita langsung mengajak mas Andy buat jalan-jalan ke Hutan Mangrove. Hutan Mangrove di Karjaw berbeda sekali dengan yang ada di Surabaya. Disini sepi sekali pengunjung dan lingkungannya pun masih asri

Day 2
Jam 7 pagi kita sudah dijemput pickup dan siap diantar ke pelabuhan. Dari pelabuhan kita naik fast boat untuk mengunjungi Pulau Menjangan Besar. Dengan ombak yang tidak nyantai dan membuat perut bergejolak selama 2 jam akhirnya kita sampai di pulau menjangan besar. Alat snorkling pun disiapkan dari sana, bagi orang yang bisa berenang dan diving pasti sangat menyenangkan tapi tidak dengan ku yang berenang pun aku tidak bisa wkwk apalagi saat itu adalah kali pertamaku snorkling dan berenang di lautan. Meskipun hanya bisa melihat keindahan bawah laut dengan snorkling saja pesona bawah laut Karimun Jawa sungguh luar biasa, ikan-ikan yang warni warni, terumbu karang yang hidup sungguh menakjubkan. Setelah puas menghabiskan 1 jam lebih untuk snorkling rombongan dimanjakan dengan barbeque party yang sudah disiapkan oleh pihak travel. Makan rame rame bersama teman teman baru sangat menyenangkan. Berasa banget pulau milik pribadi hihi, bayangkan saja pulau seindah ini hanya dikunjungi kurang lebih 20an orang dari rombongan waktu itu. Setelah puas berfoto foto dan berjemur sampai kulit gosong kita beranjak dari pulau menjangan dan kembali ke homestay. Seharian ber snorkling di tengah laut dan bermain main di pantai sungguh menyenangkan memang tapi juga melelahkan.

Karimun Jawa di malam hari sangat sepi, penduduk asli sana jarang terlihat pada malam hari, hanya beberapa pedangan di pasar malam yang kita kunjungi. Sebenarnya ada tempat makan, club malam yang ramaitapi lokasinya sangat jauh dan harus naik motor untuk kesana, tapi saya dan teman teman memilih untuk menikmati jagung bakar di pasar malam

Day 3
Sama seperti hari sebelumnya, kali ini kita akan snorkling di pulau yang berbeda.Pulau pulau di Karimun Jawa memang tidak bisa di dustakan keindahannya. Pasir pantainya yang putih, bersih dan air lautnya yang biru  membuat semua wisatawan asing dan domestik betah di tempat ini.
Pulau Bengkoang dan Pulau Kembar menjadi tujuan wisata di hari ke 3. Selain itu kita juga mengunjungi penagkaran hiu dan naik banana boat seharga 50ribu yang bisa kita minta ke orangnya mau dijatuhin berapna kali:))
Pantai Tanjung Gelam menjadi destinasi untuk melihat sunset terbaik di Karimun Jawa

Day 4
Goodbye holiday! welcome tanned skin setelah 3 hari mengahbiskan waktu dengan air laut, pasir, karang sekarang saatnya kembali ke Surabaya dengan kulit gosong huhu. Panasnya Karimun Jawa diatmbah jahatnya air laut sukses membuat kulitku dan teman temanku gosong sampai terkelupas:(
pickup mas andy sudah menjemput kita untuk menuju pelabuhan. Berbeda dengan waktu berangkat, kali ini kita harus menaiki kapal fery dan merasakan ombak yang lumayan menggoda perut selama 6 jam.

Buat kalian yang mau ke Karimun Jawa jangan lupa paling penting memakai sunblock yang banyak ya, gausa bawa uang banyak-banyak karena selama biaya hidup kita sudah sepenuhnya ditanggung sama travel. Ditambah lagi di Karimun Jawa sepi sekali dan membuat kita bisa hemaaaaaat hihi